Membedah CLI-225, KRL Produksi INKA yang Siap Melibas Rel Jabodetabek


Selain mendatangkan Kereta Rel Listrik (KRL) baru KCI-SFC120V produksi CRRC Qingdao Sifang, China, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) juga memesan KRL baru ke PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. KRL berjenis EA-207 CLI-225 diproduksi langsung di pabrik INKA di Madiun, Jawa Timur.

Proses produksi KRL baru INKA merupakan kolaborasi dengan teknologi Jepang dari J-TREC dan pabrikan Toyo Denki. Perusahaan Toyo Denki  mensuplai komponen utama KRL seperti pantograph, pintu, passenger information display, master control, inverter, twin disk, power supply, motor traksi, dan driving gear.

Baca Artikel : Membedah KCI-SFC120V, KRL Baru di RI Produksi China

Dari keterangan yang disampaikan INKA, Sebanyak 1 rangkaian KRL INKA CLI-225 yang terdiri dari 12 gerbong sudah dilakukan uji coba seperti dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju Stasiun Klaten pulang pergi (PP). 

Sementara itu, pengujian secara keseluruhan sudah dilakukan sejak 16 hingga 20 Maret 2025 dengan beberapa tahapan pengujian. Dimulai dengan melakukan setting parameter dan dilanjutkan dengan uji jalan (uji dinamis) dari Stasiun Solo Jebres - Stasiun Lempuyangan (PP). Aspek pengujian dalam uji dinamis meliputi uji akselerasi, uji kecepatan maksimum, hingga uji pengereman.


Pengujian dilakukan di Solo untuk menguji performa yang dipersyaratkan pada kontrak, sehingga INKA membutuhkan test track yang lebih panjang dibandingkan dengan yang dimiliki di pabrik Madiun.

Setelah itu, INKA menjadwalkan akan mengadakan uji pertama di lintas Jabodetabek sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 49 Tahun 2023 tentang Standar, Tata Cara Pengujian, dan Sertifikasi Kelaikan Kereta Api Kecepatan Normal dengan Penggerak Sendiri, sebagai persyaratan mutlak kelayakan sarana KRL untuk beroperasi dalam melayani masyarakat.

Baca Artikel : Berkenalan dengan KA Cut Meutia, Kereta Api Kebanggaan Warga Aceh

Dalam satu rangkaian KRL INKA CLI-225 terdiri dari 12 gerbong. Adapun saluran listrik menggunakan sistem DC 1.500 V dengan kecepatan maksimal 95 Km/Jam. KRL ini menggunakan sistem propulsi VVVF-IGBT buatan Toyo Denki. Untuk bogie, digunakan jenis baru yang dikembangkan dari bogie KRL sebelumnya dan bogie kereta buatan INKA untuk KTMB Malaysia.

Wiji Nurhayat

Wiji Nurhayat - Blogger yang menyukai perkembangan perkeretaapian di Indonesia, maniak trading & investasi, serta badminton lover.

Posting Komentar

Thanks for reading! Suka dengan artikel ini? Please link back artikel ini dengan sharing buttons di atas. Thank you.

Lebih baru Lebih lama